Terapkan Full Remote, Ini Cara Perusahaan Kanada Pastikan Karyawan Benar-Benar Kerja

kerja full remote
Terapkan Full Remote, Ini Cara Perusahaan Kanada Pastikan Karyawan Benar-Benar Kerja. (ilustrasi: pexels)

SKALABESAR.ID — Hopper, Inc. adalah perusahaan teknologi travel yang mengoperasikan aplikasi mobile dan platform online untuk pemesanan tiket pesawat, hotel, penyewaan mobil, dan sewa rumah jangka pendek. Hopper dikenal dengan teknologi prediksi harga tiket pesawat dan layanan fintech inovatif yang membantu pengguna mengoptimasikan biaya dan pengalaman bepergian mereka.

Hopper didirikan pada April 2007 oleh Frederic Lalonde dan Joost Ouwerkerk, eksekutif yang pernah bekerja di Expedia Group. Aplikasi Hopper diluncurkan pada Januari 2014, dengan fokus awal pada perencanaan perjalanan dan aktivitas wisata. Seiring waktu, Hopper mengembangkan teknologi big data yang dapat menjelajah jutaan situs web untuk memperkirakan harga tiket secara real-time.

Pertumbuhan dan Pendanaan

  • Pada tahun 2016, Hopper mendapat pendanaan sebesar $62 juta untuk meningkatkan algoritma prediksi harga tiket.

  • Pada Oktober 2018, berhasil memperoleh dana $100 juta untuk ekspansi internasional.

  • Pada Maret 2021, Hopper resmi menjadi unicorn setelah menerima investasi $170 juta dari Capital One, dengan nilai valuasi mencapai miliaran dolar.

  • Hingga awal 2022, perusahaan mendapat tambahan investasi dan nilai valuasi mencapai sekitar $5 miliar.

Kantor dan Jumlah Karyawan

Adapun kantor dan jumlah karyawan Hopper, adalah sebagai berikut:

  • Kantor pusat Hopper berada di Montréal, Quebec, Kanada dengan beberapa kantor cabang di AS dan Singapura.

  • Mempekerjakan sekitar 550 orang dengan proporsi terbesar di divisi teknik dan pengembangan produk.

  • Mengadopsi model kerja full remote yang memungkinkan karyawannya tersebar di seluruh dunia.

Budaya dan Model Kerja

Hopper merupakan salah satu perusahaan teknologi travel yang memilih jalur berbeda dalam hal cara kerja bagi karyawannya. Perusahaan ini mengadopsi model kerja full remote secara menyeluruh. Praktik standar perusahaan adalah tidak mewajibkan kehadiran fisik di kantor mana pun bagi seluruh karyawan, kecuali ada kebutuhan khusus tertentu yang sangat langka.

Kantor-kantor Hopper di beberapa kota seperti Montréal (kantor pusat), New York, dan beberapa kota AS lainnya lebih berfungsi sebagai kantor hub kolaborasi opsional atau pusat administrasi, bukan sebagai lokasi wajib ngantor harian.

Di samping itu, Hopper juga menyediakan dukungan dan alat yang memungkinkan karyawan bekerja sepenuhnya dari rumah atau lokasi lain yang mereka pilih tanpa harus ke kantor.

Model ini mengikuti tren di banyak perusahaan teknologi kelas dunia yang memilih “remote-first” atau “work-from-anywhere”, seperti yang dijalankan Dropbox atau Airbnb, yang memungkinkan fleksibilitas geografis sambil tetap produktif.

Secara global tren remote work 2025 sebagian besar perusahaan teknologi condong pada model hybrid, namun Hopper termasuk minoritas yang melanjutkan full remote sebagai model utama.

Cara Memastikan Karyawan Benar-benar Bekerja

Untuk menjaga produktivitas dan memastikan karyawan bekerja dengan baik meskipun tanpa pengawasan kantor, Hopper mengimplementasikan beberapa cara berbasis teknologi dan budaya perusahaan:

1. Budaya Kerja Berbasis Hasil

Hopper fokus pada hasil kerja dan pencapaian target daripada jam masuk atau lokasi kerja. Karyawan diberi kepercayaan penuh untuk mengatur ritme kerja asalkan tugas selesai tepat waktu dan sesuai standar.

2. Penggunaan Alat Kolaborasi dan Manajemen Proyek Digital

Platform seperti Slack, Zoom, Jira, Asana digunakan secara intensif untuk komunikasi real-time, pembagian tugas, dan tracking progress. Ini memungkinkan manajer dan tim untuk memantau pekerjaan secara transparan.

3. Pantau Produktivitas dengan Software Manajemen Jarak Jauh

Hopper menggunakan tools seperti Hubstaff atau ActivTrak untuk memantau waktu kerja secara soft tanpa micromanagement.

Sistem ini membantu memberikan wawasan obyektif tentang pola kerja namun tetap menghargai kepercayaan dan privasi karyawan.

4. Pertemuan Rutin dan Review Berkala

Rapat mingguan, review kinerja, dan one-on-one meeting via video conference membantu memonitor performa, memberikan feedback, serta menjaga engagement dan akuntabilitas.

Data dan Tren Pendukung

Sebuah laporan 2025 menunjukkan 13% perusahaan teknologi skala besar memilih model full remote seperti Hopper, dibandingkan mayoritas yang mengadopsi hybrid.

Selain itu, penelitian dari Gallup dan Stanford University menunjukkan karyawan remote yang dikelola dengan baik memiliki produktivitas setara atau lebih tinggi daripada yang wajib di kantor.

Berdasarkan FlexJobs Remote Work Economy Index 2025, 81 persen responden menganggap kemampuan bekerja full remote adalah faktor terpenting dalam mencari pekerjaan. Lebih dari sepertiga responden menyatakan kerja remote menjadi alasan utama mereka bertahan di posisi mereka saat ini. Survei ini melibatkan lebih dari 3.000 profesional di Amerika Serikat.

Struktur Tim dan Sebaran Lokasi

Dalam sistem kerja full remote itu, Hopper tidak menempatkan seluruh anggota satu divisi pada satu daerah tertentu. Sebaliknya, karyawan di tiap divisi tersebar secara geografis di berbagai lokasi, mendukung konsep kerja jarak jauh secara fleksibel.

Berdasarkan data Unify 2025, Hopper mempekerjakan sekitar 550 orang yang terbagi dalam beberapa divisi utama, dengan rincian:

  • Engineering: sekitar 230 karyawan, terdiri dari data scientist, machine learning engineer, dan developer aplikasi mobile, tersebar di berbagai kota dan remote.

  • Business Management: 76 karyawan, mengelola strategi bisnis secara global.

  • Marketing & Product: 74 karyawan, bertugas pada pengembangan produk dan pemasaran.

  • Sales & Support: 55 karyawan, berinteraksi langsung dengan pelanggan.

  • Finance & Administration, Operations, HR, IT: total 98 orang yang mendukung infrastruktur dan fungsi pendukung lainnya.

Mayoritas karyawan Hopper, sekitar 360 orang, termasuk dalam kategori “Other” yang menunjukkan bahwa mereka tersebar di berbagai lokasi kecil atau bekerja secara full remote di luar kantor pusat atau cabang utama. Ini menunjukkan bahwa Hopper mengandalkan model kerja remote yang luas dan variatif, mendukung fleksibilitas dan efisiensi karyawan di berbagai zona waktu.

Di antara kantor fisik Hopper, New York menjadi kota dengan jumlah karyawan terbanyak (52), yang menggambarkan fungsi kantor ini sebagai hub utama terutama untuk divisi-divisi strategis dan manajemen. Kota lain seperti Boston (36), Montreal (27), Toronto (24), Los Angeles (13), Singapore (12), San Francisco (11), Chicago (11), dan Vancouver (10) berperan sebagai kantor cabang dengan peran spesifik namun tetap kecil dibandingkan divisi remote yang tersebar.

Alasan dan Manfaat Penyebaran Multilocational

  • Fleksibilitas Kerja: Hopper memberikan kebebasan kepada karyawan untuk bekerja dari mana saja, tanpa terikat dengan lokasi kantor tertentu.

  • Rekrutmen Global: Dengan model ini, Hopper dapat merekrut talenta terbaik dari berbagai penjuru dunia tanpa batasan geografis.

  • Produktivitas dan Kepuasan Karyawan: Penempatan kerja yang tidak terpusat memudahkan karyawan menyesuaikan lingkungan kerja dengan kebutuhan dan gaya hidup masing-masing, meningkatkan kesejahteraan kerja dan produktivitas.

  • Operasi Non-Stop: Dengan tim tersebar di zona waktu berbeda, Hopper mampu menjalankan pengembangan produk dan layanan pelanggan selama 24 jam tanpa henti.

Mekanisme Koordinasi dan Manajemen Tim Remote

Penting dalam model kerja seperti ini adalah penggunaan teknologi dan sistem manajemen yang kuat, seperti:

  • Alat kolaborasi digital (misalnya Slack, Zoom, Asana, Jira) untuk komunikasi real-time dan manajemen tugas divisi.

  • Meeting rutin via video conference untuk menjaga koordinasi dan pengambilan keputusan.

  • Budaya kerja berbasis hasil (results-oriented) di mana setiap individu bertanggung jawab pada tugas dan target tanpa harus fisik di kantor.

  • Pelaporan dan evaluasi berkala yang terstruktur untuk memastikan target divisi dan perusahaan tercapai.

Hopper tidak memusatkan divisi dalam satu area tertentu, melainkan menerapkan model distribusi karyawan yang fleksibel secara geografis.

Sistem ini sejalan dengan pendekatan 100% remote work perusahaan dan mendukung ambisi Hopper menjadi perusahaan teknologi terkemuka yang tidak dibatasi oleh lokasi fisik.

Strategi penyebaran tenaga kerja ini juga menjadi faktor kunci dalam menciptakan budaya kerja modern yang efektif serta mendukung pertumbuhan dan inovasi berkelanjutan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

16 − 8 =

Scroll to Top